4 Hal Menuju Keluarga Harmonis

Tag

Memilih pasangan hidup bukanlah suatu hal yang mudah diputuskan. Ada banyak pertimbangan yang harus diambil sebelum menentukan pilihan. Toh demikian, terlalu selektif dalam memilih terkadang juga dapat menjadikan seseorang kemudian kesulitan menemukan pasangan yang benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkannya. Bagi seorang lelaki yang nantinya menjadi imam dalam keluarga, bukan hanya mencari pasangan calon istri solikhah, namun lebih menitikberatkan pada bagaimana membentuk seorang istri menjadi istri yang solikhah.

Disamping itu, poin lain yang harus menjadi pertimbangan bagi seorang suami agar kehidupan rumah tangganya dapat menjadi keluarga yang harmonis antara lain : Baca lebih lanjut

Masih Merokok?

            Selamat pagi warga Kebumen dan sekitarnya, semoga senantiasa dalam keadaan sehat ya. Sekitar dua mingguan yang lalu saya menginap di rumah sakit. Alkhamdulillah bukan karena saya yang sakit, namun karena menjenguk saudara yang sedang diuji dengan sakit. Bersyukurlah karena kita masih diberikan nikmat kesehatan oleh-Nya. Bagi yang sedang sakit, semoga cepat sembuh ya. Nikmatilah sakitnya, karena sakit itu dapat mengurangi beban dosa yang kita tanggung, bila kita menjalaninya dengan ikhlas.

            Ketika di rumah sakit tersebut, saya menonton tv hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Lumayan malam memang, namun karena pasien yang masih belum bisa beristirahat sehingga minta dinyalakan tv, toh akhirnya TV yang menonton orang, bukan TV yang ditonton orang.

            Dalam sebuah iklan tentang rokok, saya cukup kaget ketika melihat di akhir iklan rokok tersebut ada tulisan “Rokok Membunuhmu”. Kalau biasanya tulisannya Merokok Dapat Menyebabkan …., namun kali ini lebih tegas, “Rokok Membunuhmu.”

            Ketika jalan – jalan di lingkungan rumah sakit, saya menemukan sebuah poster yang berisi tentang foto tubuh perokok, dimana terdapat banyak sekali efek negatif dari kegiatan merokok ini.

            Dulu ketika saya masih kecil, keluarga tidak melarang merokok, namun hanya memberi himbauan, “kamu boleh merokok, namun kalau sudah bisa mencari uang sendiri”. Meskipun ada kelonggaran, alkhamdulillah saya tetap tidak menjadi seorang perokok aktif hingga saat ini, namun lebih sering menjadi perokok pasif karena banyak teman yang merokok. Toh demikian, saya berusaha menghindar ketika ada teman yang merokok, relatif ya menjauhkan diri agar tidak terpapar asap rokok.

            Melihat realita saat ini, dimana anak – anak usia SD saja sudah mulai menghisap rokok tanpa ada rasa malu, ewuh pakewuh terhadap orang tua, sudah saatnya bagi kita, terutama bagi para orang tua dan para penjual rokok untuk lebih memperhatikan anak – anak ini. Antara lain dengan :

–          Melarang anak – anak di bawah usia 18 tahun ketika akan membeli rokok.

–          Memberi uang jajan tidak berlebihan.

–          Memberikan peringatan ketika melihat anak merokok.

–          Memberikan contoh nyata yakni dengan menghentikan kebiasaan merokok.

Memang akan ada banyak kendala untuk menghentikan kebiasaan merokok, namun percayalah bahwa Anda bisa untuk menghentikannya. Bila sehari bisa menghabiskan 6 batang rokok, mulailah dikurangi sedikit demi sedikit.

            Mari utamakan untuk menjaga kesehatan daripada harus berkunjung ke rumah sakit karena kita lalai dalam menjaga nikmat kesehatan yang telah diberikan kepada kita.

            Peringatan “Rokok Membunuhmu” sudah selayaknya untuk kita perhatikan dengan lebih cermat. Ketika Anda sebagai seorang perokok aktif belum bisa sepenuhnya untuk menghentikan kebiasaan merokok, maka mulailah untuk menekan kebiasaan merokoknya. Dan terlebih penting lagi, untuk bisa melihat tempat dimana Anda merokok. Saat ini banyak tempat yang memberikan tempat khusus bagi perokok, untuk menghindari jumlah perokok pasif yang terkena imbas asap rokok dari perokok aktif. Dan ada hukuman bagi mereka yang merokok di sembarang tempat.

            Semoga bermanfaat. Ayo menjaga kesehatan dengan berolahraga teratur di Minggu Pagi ini, bisa ikutan car free day juga di alun – alun Kebumen, sekaligus menambah jalinan silaturahmi.

Hari Ini Saya Belajar Kebesaran Hati

Tag

,

Hari kemarin, tanggal 27 Juni 2014, sekitar pukul 14.00 WIB di desa Tukinggedong terdapat iring – iringan anak – anak santri TPQ sedang melaksanakan khotmil qur’an. Hampir keseluruhan dari mereka naik kuda baik itu santri putra maupun santri putri. Di barisan paling depan terdapat grup drumband sehingga semakin menambah kemeriahan acara tersebut.

Seperti biasanya, iring – iringan seperti ini membuat jalanan menjadi tersendat akibat banyaknya penonton yang ingin menyaksikan iring – iringan. Ada beberapa poin yang menjadi perhatian saya dimana saya termasuk ke dalam pengendara yang terjebak dalam kemacetan tersebut.

Poin pertama yakni kesadaran dari para pengendara untuk tertib berlalu lintas saya rasa masih perlu ditingkatkan. Hal ini tercermin dari tingkah laku pengendara terutama sepeda motor yang kurang bisa memahami kondisi jalan yang sedang macet, mereka dengan seenaknya sendiri menerobos jalur pengendara dari arah berlawanan. Hal ini menyebabkan kondisi kemacetan semakin parah dimana dari arah depan terhalang oleh kendaraan yang menerobos ini, sedangkan kendaraan tersebut sudah tidak dapat masuk ke barisan yang sejalur dengannya karena sudah rapat kendaraan.

Poin kedua yakni tingkah laku penonton iring – iringan dimana mereka dengan mudahnya memarkir kendaraan di bahu jalan tanpa mempedulikan kondisi jalan yang penuh sesak. Hal ini membuat jalur semakin sempit sehingga semakin susah untuk dilalui.

Poin ketiga yakni ada seorang pengendara sepeda motor yang memarkir motornya di bahu jalan. Ketika diminta untuk memberi sedikit jalan kepada pengendara yang akan melintas malah seolah – olah cuek saja, mungkin karena yang meminta tersebut seorang wanita sehingga dianya kurang dapat menghargai. Beruntung ada pengendara lain yang kemudian turun dan meminta penonton tadi untuk sedikit memberi jalan. Dan akhirnya dituruti.

Arus kendaraan akhirnya dapat kembali berjalan dengan lancar meskipun berjalan lambat. Poin penting lainnya yakni dibutuhkan kebesaran hati untuk menangani sebuah masalah agar masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik, dan bukan malah masalah tersebut bertambah besar.

Saya sendiri saat ini cukup emosi melihat tingkah laku yang demikian. Mungkin saja kalau saya yang turun tangan, bukannya menyelesaikan masalah kemacetan, namun justru akan semakin menambah masalah. Mungkin terjadi pertengkaran dan hal – hal negatif lainnya.

Well, hari itu saya belajar tentang kebesaran hati.

3 Pelajaran Hidup Dari Piala Dunia 2014

Piala Dunia sudah bergulir beberapa pekan, dan menyuguhkan banyak kejutan, antara lain Timnas Spanyol, Italia, Inggris, Portugal yang notabene menjadi tim unggulan ternyata harus angkat koper lebih cepat dari yang dibayangkan dan harus pulang ke Negara masing – masing.

Namun lebih jauh dari ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari perhelatan Piala Dunia 2014 ini.

  1. Walaupun kita berbeda, kita sama – sama manusia.

Ya, walaupun disana tumpah ruah ribuan orang dengan beragam asal Negara, berbeda budaya, dan bahkan berbeda Agama, namun mereka semua adalah manusia. Manusia yang saling menjaga perdamaian, saling menjaga toleransi dengan sesamanya. Di dalam pertandingan pun dengan tensi tinggi, nilai – nilai sportivitas harus tetap dijunjung tinggi dan emosi masing – masing pemain harus dijaga dengan baik. Bukan tidak mungkin emosi satu pemain akan dapat merugikan tim secara keseluruhan.

  1. Skill mumpuni merupakan perjuangan bertahun – tahun.

Piala dunia sama – sama kita ketahui merupakan ajang tempat bertemunya pemain – pemain bintang dengan skill mumpuni dalam mengolah bola dan mengatur strategi yang baik di bawah arahan pelatih hebat.

Menjadi seorang pemain hebat tentunya dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dibutuhkan waktu dan proses selama bertahun – tahun untuk senantiasa konsistensi dan disiplin dalam mengasah kemampuan. Tidak hanya dalam sepak bola, dalam profesi lainpun terdapat kesamaan. Apapun yang sedang Anda tekuni dimana layak untuk diperjuangkan, maka perjuangkan hingga titik darah penghabisan. Karena saya percaya, sesuatu yang layak kita perjuangkan pasti hal yang bernilai sangat berharga dan tentunya sangat kita inginkan.

  1. Kita berjuang bersama dalam komunitas.

Sebuah tim terdiri dari sebelas orang pemain. Masing – masing pemain mempunyai peran individu yang berbeda. Ada yang bertugas menjaga daerah pertahanan, ada yang bertugas mengatur irama permainan di lapangan tengah dan ada yang bertugas untuk mencetak gol demi memenangkan sebuah pertandingan. Ketika masing – masing individu dalam sebuah tim tidak dapat memerankan perannya dengan baik sesuai dengan arahan pelatih, hal ini akan berimbas kepada performa tim yang buruk sehingga sebuah tim akan kesulitan untuk dapat memenangkan pertandingan, terlebih ketika lawan yang dihadapi mempunyai kekuatan di atas kekuatan tim.

Sama halnya dalam keluarga, pekerjaan, dan berbagai bentuk peran kehidupan lainnya, kita dituntut untuk dapat berkontribusi maksimal yang mana dimulai dari diri sendiri untuk kemudian bersama – sama dalam komunitas untuk berjuang demi tercapainya tujuan dengan lebih cepat dan efisien.

Demikianlah beberapa hal dalam piala dunia 2014 sebagai pelajaran hidup yang berharga yang layak untuk kita renungkan.

Semoga bermanfaat.

Indonesia Move On

Tag

Kemiskinan merupakan sebuah permasalahan yang terus menjadi PR besar utamanya bagi pemerintah/negara Indonesia yang mana tidak kunjung terselesaikan. Negara kita senantiasa berusaha untuk meminimalisir jumlah angka kemiskinan masyarakat yang ada, dengan berbagai cara dan utamanya dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat Indonesia. Di sisi ekonomi, ada kegiatan kegiatan pemberdayaan usaha kecil menengah, pembangunan infrastruktur untuk memudahkan pergerakkan roda ekonomi masyarakat. Di sisi pendidikan, program wajib belajar 12 tahun semakin digalakkan untuk meningkatkan kualitas para generasi penerus bangsa agar semakin maju dan siap menghadapi tantangan kemajuan zaman.

Kemiskinan sendiri sering didefinisikan oleh masyarakat umum sebagai sebuah bentuk ketidakmampuan seseorang dalam usaha pemenuhan kebutuhan dasar sehari hari yakni sandang, pangan dan papan akibat keterbatasan keterbatasan yang dihadapinya. Pengertian kemiskinan dalam poin ini termasuk dalam definisi kemiskinan dari segi materi. Baca lebih lanjut