Selamat pagi warga Kebumen dan sekitarnya, semoga senantiasa dalam keadaan sehat ya. Sekitar dua mingguan yang lalu saya menginap di rumah sakit. Alkhamdulillah bukan karena saya yang sakit, namun karena menjenguk saudara yang sedang diuji dengan sakit. Bersyukurlah karena kita masih diberikan nikmat kesehatan oleh-Nya. Bagi yang sedang sakit, semoga cepat sembuh ya. Nikmatilah sakitnya, karena sakit itu dapat mengurangi beban dosa yang kita tanggung, bila kita menjalaninya dengan ikhlas.

            Ketika di rumah sakit tersebut, saya menonton tv hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Lumayan malam memang, namun karena pasien yang masih belum bisa beristirahat sehingga minta dinyalakan tv, toh akhirnya TV yang menonton orang, bukan TV yang ditonton orang.

            Dalam sebuah iklan tentang rokok, saya cukup kaget ketika melihat di akhir iklan rokok tersebut ada tulisan “Rokok Membunuhmu”. Kalau biasanya tulisannya Merokok Dapat Menyebabkan …., namun kali ini lebih tegas, “Rokok Membunuhmu.”

            Ketika jalan – jalan di lingkungan rumah sakit, saya menemukan sebuah poster yang berisi tentang foto tubuh perokok, dimana terdapat banyak sekali efek negatif dari kegiatan merokok ini.

            Dulu ketika saya masih kecil, keluarga tidak melarang merokok, namun hanya memberi himbauan, “kamu boleh merokok, namun kalau sudah bisa mencari uang sendiri”. Meskipun ada kelonggaran, alkhamdulillah saya tetap tidak menjadi seorang perokok aktif hingga saat ini, namun lebih sering menjadi perokok pasif karena banyak teman yang merokok. Toh demikian, saya berusaha menghindar ketika ada teman yang merokok, relatif ya menjauhkan diri agar tidak terpapar asap rokok.

            Melihat realita saat ini, dimana anak – anak usia SD saja sudah mulai menghisap rokok tanpa ada rasa malu, ewuh pakewuh terhadap orang tua, sudah saatnya bagi kita, terutama bagi para orang tua dan para penjual rokok untuk lebih memperhatikan anak – anak ini. Antara lain dengan :

–          Melarang anak – anak di bawah usia 18 tahun ketika akan membeli rokok.

–          Memberi uang jajan tidak berlebihan.

–          Memberikan peringatan ketika melihat anak merokok.

–          Memberikan contoh nyata yakni dengan menghentikan kebiasaan merokok.

Memang akan ada banyak kendala untuk menghentikan kebiasaan merokok, namun percayalah bahwa Anda bisa untuk menghentikannya. Bila sehari bisa menghabiskan 6 batang rokok, mulailah dikurangi sedikit demi sedikit.

            Mari utamakan untuk menjaga kesehatan daripada harus berkunjung ke rumah sakit karena kita lalai dalam menjaga nikmat kesehatan yang telah diberikan kepada kita.

            Peringatan “Rokok Membunuhmu” sudah selayaknya untuk kita perhatikan dengan lebih cermat. Ketika Anda sebagai seorang perokok aktif belum bisa sepenuhnya untuk menghentikan kebiasaan merokok, maka mulailah untuk menekan kebiasaan merokoknya. Dan terlebih penting lagi, untuk bisa melihat tempat dimana Anda merokok. Saat ini banyak tempat yang memberikan tempat khusus bagi perokok, untuk menghindari jumlah perokok pasif yang terkena imbas asap rokok dari perokok aktif. Dan ada hukuman bagi mereka yang merokok di sembarang tempat.

            Semoga bermanfaat. Ayo menjaga kesehatan dengan berolahraga teratur di Minggu Pagi ini, bisa ikutan car free day juga di alun – alun Kebumen, sekaligus menambah jalinan silaturahmi.