Piala Dunia sudah bergulir beberapa pekan, dan menyuguhkan banyak kejutan, antara lain Timnas Spanyol, Italia, Inggris, Portugal yang notabene menjadi tim unggulan ternyata harus angkat koper lebih cepat dari yang dibayangkan dan harus pulang ke Negara masing – masing.

Namun lebih jauh dari ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari perhelatan Piala Dunia 2014 ini.

  1. Walaupun kita berbeda, kita sama – sama manusia.

Ya, walaupun disana tumpah ruah ribuan orang dengan beragam asal Negara, berbeda budaya, dan bahkan berbeda Agama, namun mereka semua adalah manusia. Manusia yang saling menjaga perdamaian, saling menjaga toleransi dengan sesamanya. Di dalam pertandingan pun dengan tensi tinggi, nilai – nilai sportivitas harus tetap dijunjung tinggi dan emosi masing – masing pemain harus dijaga dengan baik. Bukan tidak mungkin emosi satu pemain akan dapat merugikan tim secara keseluruhan.

  1. Skill mumpuni merupakan perjuangan bertahun – tahun.

Piala dunia sama – sama kita ketahui merupakan ajang tempat bertemunya pemain – pemain bintang dengan skill mumpuni dalam mengolah bola dan mengatur strategi yang baik di bawah arahan pelatih hebat.

Menjadi seorang pemain hebat tentunya dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dibutuhkan waktu dan proses selama bertahun – tahun untuk senantiasa konsistensi dan disiplin dalam mengasah kemampuan. Tidak hanya dalam sepak bola, dalam profesi lainpun terdapat kesamaan. Apapun yang sedang Anda tekuni dimana layak untuk diperjuangkan, maka perjuangkan hingga titik darah penghabisan. Karena saya percaya, sesuatu yang layak kita perjuangkan pasti hal yang bernilai sangat berharga dan tentunya sangat kita inginkan.

  1. Kita berjuang bersama dalam komunitas.

Sebuah tim terdiri dari sebelas orang pemain. Masing – masing pemain mempunyai peran individu yang berbeda. Ada yang bertugas menjaga daerah pertahanan, ada yang bertugas mengatur irama permainan di lapangan tengah dan ada yang bertugas untuk mencetak gol demi memenangkan sebuah pertandingan. Ketika masing – masing individu dalam sebuah tim tidak dapat memerankan perannya dengan baik sesuai dengan arahan pelatih, hal ini akan berimbas kepada performa tim yang buruk sehingga sebuah tim akan kesulitan untuk dapat memenangkan pertandingan, terlebih ketika lawan yang dihadapi mempunyai kekuatan di atas kekuatan tim.

Sama halnya dalam keluarga, pekerjaan, dan berbagai bentuk peran kehidupan lainnya, kita dituntut untuk dapat berkontribusi maksimal yang mana dimulai dari diri sendiri untuk kemudian bersama – sama dalam komunitas untuk berjuang demi tercapainya tujuan dengan lebih cepat dan efisien.

Demikianlah beberapa hal dalam piala dunia 2014 sebagai pelajaran hidup yang berharga yang layak untuk kita renungkan.

Semoga bermanfaat.