Tag


Kemiskinan merupakan sebuah permasalahan yang terus menjadi PR besar utamanya bagi pemerintah/negara Indonesia yang mana tidak kunjung terselesaikan. Negara kita senantiasa berusaha untuk meminimalisir jumlah angka kemiskinan masyarakat yang ada, dengan berbagai cara dan utamanya dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat Indonesia. Di sisi ekonomi, ada kegiatan kegiatan pemberdayaan usaha kecil menengah, pembangunan infrastruktur untuk memudahkan pergerakkan roda ekonomi masyarakat. Di sisi pendidikan, program wajib belajar 12 tahun semakin digalakkan untuk meningkatkan kualitas para generasi penerus bangsa agar semakin maju dan siap menghadapi tantangan kemajuan zaman.

Kemiskinan sendiri sering didefinisikan oleh masyarakat umum sebagai sebuah bentuk ketidakmampuan seseorang dalam usaha pemenuhan kebutuhan dasar sehari hari yakni sandang, pangan dan papan akibat keterbatasan keterbatasan yang dihadapinya. Pengertian kemiskinan dalam poin ini termasuk dalam definisi kemiskinan dari segi materi.

Selain segi materi, ada juga pengertian kemiskinan dari segi pendidikan dimana sulitnya untuk mengakses pendidikan yang baik akibat mungkin karena mahalnya biaya pendidikan, minimnya sarana dan prasarana yang ada atau bahkan mungkin malah belum tersedia, kesadaran akan arti penting pendidikan yang masih rendah di masyarakat, dan berbagai faktor penghambat lainnya. Namun sepertinya, untuk kedepannya, kemiskinan dari segi pendidikan ini akan dapat sedikit teratasi, indikasi utamanya yakni dengan program wajib belajar 12 tahun yang terus digalakkan oleh pemerintah.

Ada juga kemiskinan dari segi sosial dimana seseorang tidak mampu berpartisipasi dengan baik dengan lingkungannya dalam kehidupan sosialnya sehari hari sehingga kurang dapat berpartisipasi aktif bagi kemajuan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Dari ketiga segi tersebut, tergambar dengan jelas bahwa faktor kemiskinan identik dengan berbagai hambatan berupa keterbatasan keterbatasan yang dihadapi oleh manusia sebagai faktor individu dan masyarakat dalam lingkup yang lebih luas. Keterbatasan keterbatasan ini dapat berasal dari luar maupun dari dalam diri seorang individu.

Adapun definisi kemiskinan dalam Islam menurut hadits, Rasulullah Saw bersabda: “bukan dinamakan orang miskin orang yang berkeliling untuk meminta -minta, lalu pergi setelah mendapatkan sebiji atau dua biji korma, sesuap atau dua suap makanan, atau bekal untuk sekali atau dua kali makan. Akan tetapi orang miskin itu adalah orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya, namun keadaannya tersebut tidaklah diketahui oleh orang – orang supaya dia diberi sedekah, serta tidak pula suka meminta – minta kepada orang lain”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika jiwa sedang dalam kondisi labil, dan cenderung merasa menjadi korban keadaan, saya sering kemudian menyalahkan berbagai macam hal yang menjadikan saya masuk dalam kondisi yang tidak mengenakkan, termasuk di dalamnya kemiskinan yang membelit kehidupan. Ketika keadaan ini terus terjadi, akibatnya kalau orang jawa menyebutnya dengan istilah nggrungsang. Dan nggrungsang ini berdasarkan pengalaman yang saya lalui, cenderung menjurus kepada keadaan mengingkari berbagai nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. Setelah beberapa kali instropeksi diri, pada akhirnya saya merasa malu, malu dengan diri sendiri, malu dengan Allah swt, karena telah mengingkari berbagai nikmat dari-Nya, seperti halnya nikmat sehat, nikmat Islam, nikmat iman, dan berbagai nikmat lainnya yang tidak ternilai dengan uang. Hikmah yang saya dapatkan dari kejadian ini yakni bahwa kemiskinan hati/jiwa adalah lebih berbahaya daripada kemiskinan fisik/materi/harta benda.

Melihat beberapa definisi di atas, cobalah tanyakan kepada diri Anda sendiri beberapa pertanyaan seperti, Apakah saya punya kendaraan bermotor? apakah saya punya handphone, atau bahkan notebook? Jenjang pendidikan apa saja yang telah saya tempuh sejauh ini? Apakah esok hari masih tersedia bahan makanan yang dapat diolah untuk makan? Apakah esok hari saya masih dapat tidur nyenyak di rumah sendiri? Apakah saya masih dapat bernafas dengan lega dan bebas? Dan berbagai bentuk pertanyaan lainnya, maka akan Anda dapati bahwa ada orang yang berada dalam kondisi yang lebih sulit daripada kondisi hidup Anda. Lalu mengapa kita tidak segera bersyukur dan masih terus saja tenggelam perasaan sebagai korban keadaan? Dan termasuk ke dalam tanda orang yang beruntung yakni mereka yang memandang ke bawah dalam hal keduniaan sehingga mereka tidak lupa untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh-Nya dan memandang ke atas dalam hal akhirat agar senantiasa giat mempersiapkan bekal di hari kemudian.

Setelah menyadari bahwa bersyukur adalah lebih bermanfaat daripada nggrungsang, ada sedikit penemuan lain dari arti kemiskinan. Menurut saya, seseorang masih saja dalam keadaan miskin adalah karena dia belum siap untuk kaya. Belum siap dalam artian, ketika diberi kekayaan, mungkin saja dia akan membelanjakan hartanya untuk foya foya, untuk membeli barang barang yang tidak penting, dan berbagai hal lainnya yang justru akan menggelincirkannya ke dalam perbuatan dosa. Tentu saja hal ini tidak dikehendaki oleh-Nya yang mempunyai sifat Maha Penyayang bagi hamba hamba-Nya. Jadi tetaplah bersyukur meskipun dalam keadaan kekurangan, karena itu adalah tanda bahwa Allah swt masih menjaga kita.

Dari hasil penemuan tersebut, langkah awal untuk mulai hidup berkecukupan yakni dengan membelanjakan harta dengan sebaik mungkin dan di jalan yang diridhoi oleh-Nya. Saya percaya bahwa pelan tapi pasti, taraf kehidupan kita akan terus meningkat. Teruslah berusaha dan jangan lupa untuk senantiasa meminta bantuan serta pertolongan-Nya dengan berdoa, karena manusia itu lemah sedangkan Allah swt adalah dzat yang Maha Kuasa. Selalu bergantung kepada-Nya dalam setiap urusan.

Masih ingatkah dengan istilah bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini karena itulah tanda orang yang beruntung? Apabila hari ini sama dengan hari kemarin, maka kita termasuk orang yang merugi. Ayo tanamkan kuat kuat dalam hati kita agar terus melakukan upaya perbaikan. Istilah kerennya, daily improvement kalau ndak salah sih. Semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah-Nya dalam menjalani kehidupan ini. Amiin..

Adapun kemiskinan pada dasarnya sama dengan kekayaan, yakni sama sama sebuah ujian. Kekayaan memungkinkan kita untuk berbuat lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang berada di garis kemiskinan. Toh demikian, perhitungan kelak di akhirat juga akan lebih lama bila dibandingkan dengan si miskin. Si kaya akan ditanya tentang darimana hartanya diperoleh, dan kemana hartanya dihaabiskan. Karena banyaknya harta yang dimiliki sewaktu di dunia, maka perhitungan hisab yang akan dilaluinya juga akan lebih lama bila dibandingkan dengan si miskin.

Berbeda halnya dengan si miskin, tidak banyak pertanyaan yang harus dijawab. Ketika si miskin adalah orang yang sabar, beriman dan bertakwa, maka ia akan masuk ke surga terlebih dahulu dibandingkan dengan si kaya yang sama sama sabar, beriman dan bertakwa. Jarak antara si kaya dan si miskin dalam masuk surga yakni 500 tahun. Lamaaaaaaa kan..

Jadi, si miskin jangan bersedih dan berkecil hati karena Rasulullah saw mencintai orang miskin yang sabar dan beriman serta bertakwa dalam kemiskinannya, dan si kaya janganlah bangga. Marilah meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan saling bersinergi untuk menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, win win solution, hubungan simbiosis mutualisme kalau dalam ilmu biologinya.

Kekayaan harta benda takkan ada gunanya tanpa dibarengi dengan kekayaan hati dan jiwa. Orang dengan kekayaan seperti ini akan selalu memikirkan keuntungan bagi dirinya sendiri, dan terlupa untuk peduli dengan mereka yang membutuhkan uluran tangannya. Pernah suatu kali ketika kegiatan KKN dilaksanakan, karena kebutuhan dana yang cukup banyak demi jalannya program kerja, saya bersama seorang teman berinisiatif untuk mencari sumbangan ke toko toko di sebuah pasar di daerah saya. Dari banyak toko yang kami datangi, mulai dari toko baju, toko emas, toko handphone, toko elektronik, tidak ada satupun yang memberikan bantuannya, walaupun hanya seribu rupiah. Jelaslah bahwa mereka secara harfiah memang kaya, namun sejatinya mereka miskin.

Terkadang, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang hidup hanya pas pasan namun jauh lebih peduli dengan sesama dibandingkan dengan mereka yang hidup berkelimpahan harta.

Saya percaya bahwa banyak diantara kita yang mengetahui bahwa salah satu kunci untuk membuka pintu rizki yang melimpah adalah dengan rajin bersedekah. Namun, saya akui bahwa bagi saya sendiri memang merasa masih sulit untuk mengeluarkan sedekah. Namun haruslah selalu kita coba meskipun baru sedikit sedikit.

orang kikir jauh dari Allah, jauh sorganya, jauh dari manusia, dan dekat nerakanya. Dan pemurah dekat pada Allah, dekat sorganya, mudah bergaul dengan manusia dan jauh dari api neraka.

Dari uraian di atas, saya menyimpulkan bahwa orang kaya yang sebenarnya yakni mereka yang dengan senang hati yang dengan segera sesuai dengan kapasitas kemampuannya memberikan bantuan bagi saudara saudaranya yang sedang membutuhkan bantuannya.

Dan ingatlah bahwa kebaikan itu akan cepat berlalu bila tidak segera dilaksanakan. Saya ambil contoh, ketika pulang dari Kebumen menuju rumah saya di kecamatan puring, saya melihat ada seorang pelajar yang sedang berjalan sesuai dengan arah tujuan saya, mungkin karena tidak ada yang datang menjemput, atau mungkin karena ketinggalan kendaraan angkutan umum sehingga terpaksa berjalan kaki. Ketika saya hanya lewat dan berlalu tanpa memberikan tawaran tumpangan, maka hilang sudah kesempatan untuk berbuat baik kepada pelajar tersebut. Demikian cepat hilangnya kesempatan untuk berbuat kebaikan. Jadi, selagi ada kesempatan untuk berbuat baik, maka jangan kita sia siakan dengan melewatkannya begitu saja. Tanamkan dalam hati bahwa berbuat baik itu ibarat kita menemukan logam mulia yang bernilai tinggi. Jangan disia siakan, segera ambil kesempatan berbuat baik tersebut.

Indonesia, negara dengan pertumbuhan jumlah orang kaya yang terus meningkat, dimana menurut data yang disebutkan oleh Knight Frank bahwa jumlah orang kaya yang mempunyai kekayaan di atas US$ 30 juta ada sebanyak 626 orang, dan tentu saja ada lebih banyak orang kaya dengan kekayaan di bawah US$ 30 juta, maka hal ini tentulah menyimpan potensi yang dapat digunakan untuk segera bisa move on, bangkit dan berlari mengejar ketertinggalan dari bangsa lain dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seperti halnya Bill Gates yang mempunyai Bill and Melinda Gates Foundation, bilamana 626 orang ini masing masing mendirikan sebuah badan amal, dapat dibayangkan potensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia jauh lebih cepat.

Mungkin terlalu dini untuk membayangkan hal tersebut, atau mungkin karena minimnya pengetahuan yang saya miliki bahwa ternyata sudah ada seorang milyarder Indonesia yang mempunyai badan amal sendiri, terlepas dari hal tersebut, adalah jauh lebih mudah untuk diwujudkan ketika seorang yang merasa berkecukupan materi, atau bahkan mempunyai materi yang melimpah untuk kemudian menyisihkan sebagian hartanya untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan melalui perantaraan yayasan ataupun badan amal yang ada di Indonesia.

Langkah nyata yang dapat langsung di ambil yakni search di Internet, kemudian lihat bukti nyata kegiatan yayasan ataupun badan amal tersebut, cari referensi yang jelas bahwa yayasan ataupun badan amal tersebut dapat dipercaya kebenarannya, kemudian segera transfer sejumlah dana sesuai dengan kapasitas yang Anda bisa ke nomor rekening badan amal tersebut melalui sms banking, internet banking, atm, dan berbagai bentuk metode transfer lainnya.

Andaikata setiap individu mengeluarkan minimal 10% dari pendapatan yang ia peroleh tiap bulannya untuk disalurkan ke yayasan amal maupun yayasan pendidikan ataupun lembaga kemanusiaan lainnya, bilamana ada seribu orang dengan penghasilan 10 juta perbulan, maka akan diperoleh sumbangan sebesar satu milyar tiap bulannya.

Jumlah satu milyar ini tentu jumlah yang tidak sedikit untuk mensupport gerakan kemanusiaan yang bertujuan untuk meringankan penderitaan masyarakat ataupun untuk pemberdayaan masyarakat melalui bantuan bantuan modal usaha.

Andaikata ada satu juta orang yang berpenghasilan satu juta rupiah perbulan dan menyumbangkan masing masing orang sebesar seratus ribu, maka akan ada jumlah dana yang lebih fantastis lagi bagi kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Uang mampu membeli kebahagiaan terutama ketika si pemilik uang membagikannya kepada mereka yang membutuhkan. Akan muncul perasaan bahagia dalam hati karena sudah mampu membantu orang lain karena efek samping membantu orang lain adalah menjadikan hati gembira meskipun Anda sedang bersedih, bahkan walaupun yang Anda berikan masih relatif sedikit.

Ketika Anda menjadi seorang yang rajin memberi, maka percayalah Anda juga akan rajin menerima (diberi). Inilah hukum alam yang tidak dapat diingkari.

Dengan rajin memberi, tidak akan menjadikan harta yang Anda miliki kemudian berkurang, namun justru akan bertambah dengan jalan yang tidak disangka sangka. Dan juga orang yang dermawan akan menghasilkan aura positif yang mana hal ini akan menjadikannya mudah bergaul dengan orang lain dan disenangi olehnya. Tentu hal ini akan sangat menguntungkan bagi bisnis yang Anda geluti, karena bisnis yang mampu melayani lebih banyak orang, jauh akan lebih menguntungkan. Semakin banyak manfaat yang dapat diberikan oleh Anda maupun usaha Anda kepada banyak orang, maka semakin besar pula hasil yang akan Anda peroleh.

Marilah untuk meningkatkan kekayaan sosial kita dengan semakin peduli terhadap kondisi di lingkungan sekitar kita dan mulai sedikit demi sedikit untuk mengurangi rasa keakuan yang ada di dalam jiwa kita agar antar sesama warga dapat saling tersenyum dan menyapa ketika bertatap muka. Seperti kata guru saya, yakni senyum salam sapa.

Para blogger yang notabene sebagai jurnalis warga, mempunyai peranan yang tidak kalah penting untuk mendukung kegiatan Indonesia Move On dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Banyak partisipasi yang bisa dilakukan oleh blogger. Semua orang bisa menjadi salah satu anggota dari jurnalis warga dengan mengabarkan kejadian kejadian apa saja yang terjadi di sekitar mereka, baik itu melalui media sosial maupun juga melalui jasa blog. Menulis di blog tidaklah harus dalam bentuk tulisan baku, dan disamping itu, intensitas postingan juga dapat disesuaikan dengan kesibukan aktivitas utama masyarakat.

Ada banyak penyedia jasa layanan blogging yang dapat diambil, tinggal menyesuaikan selera masing masing, hanya saja kegiatan jurnalisme warga akan jauh lebih efektif bilamana menggunakan penyedia jasa layanan blogging yang menyediakan sebuah wadah dalam bentuk komunitas yang selalu menampilkan postingan terbaru yang dapat dilihat oleh semua anggota komunitas tersebut dan juga menampilkan postingan mana saja yang populer, atau sedang ramai dibicarakan sehingga secara otomatis, informasi yang ada dalam sebuah postingan akan jauh lebih cepat menyebar dan dapat mendapat respon secepat mungkin dari para anggota.

Misalkan saja terjadi suatu gempa bumi di suatu daerah dan mengakibatkan kerusakan yang cukup parah, maka blogger di daerah tersebut dapat segera meng-update postingan dengan menyertakan foto terkini dan juga data keperluan apa saja yang sangat diperlukan oleh para warga korban bencana. Ketika tidak ada komunitas, maka berita yang super penting tersebut hanya akan seperti orang yang berteriak di hutan belantara yang sepi manusia. Sekeras apapun berteriak, maka hanya akan percuma saja, karena tidak ada yang mendengar permintaan pertolongan dari orang tersebut.

Selain itu, seorang blogger juga dapat menjadi penghubung antara pihak yang akan memberikan bantuan dan pihak korban yang sedang membutuhkan bantuan. Sehingga sinergi positif ini akan dapat mempercepat penanganan korban untuk meminimalisir korban maupun bentuk kerugian lainnya.

Sebagai warga yang melek informasi dan cenderung lebih cepat dalam mendapatkan informasi, seorang blogger sebagai seorang jurnalis warga juga dituntut untuk dapat memberikan informasi bermanfaat yang cepat dan akurat terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebijakan kebijakan pemerintah, program program pemerintah, kegiatan kemanusiaan, dan berbagai informasi bermanfaat lainnya yang ada di internet kepada warga di sekitarnya agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal atau dengan kata lain menjadi sumber informasi bagi para warga di sekitarnya untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Jurnalisme warga yang dilakukan oleh para blogger meskipun tidak terikat peraturan peraturan, namun harus tetap diusahakan untuk memperhatikan kaidah kaidah yang ada agar berita ataupun artikel yang ditulis dapat berkualitas dan kredibel.

Kaidah kaidah tersebut antara lain : Akurasi ataupun ketepatan isi artikel. Kecermatan maupun ketelitian juga menjadi aspek yang harus diperhatikan. Keterbukaan dan transparansi dalam peliputan berita. Kejujuran. Dan tidak berpihak ataupun terikat dengan kelompok manapun.

Mungkin ada baiknya untuk diberikan pelatihan khusus bagi para blogger yang tergabung dalam sebuah komunitas tentang tata cara menjadi jurnalis warga yang baik dan benar agar potensi yang masih belum tergarap dengan baik ini di masa depan dapat semakin efektif dan efisien dalam mendukung usaha kemajuan masyarakat Indonesia.

Seperti halnya pada kegiatan pemilu legislatif kemarin dimana bawaslu membutuhkan banyak relawan untuk ikut mengawasi jalannya pemilu agar pemilu dapat berjalan dengan aman, lancar, dan luber, mungkin kiranya di masa mendatang, para blogger sudah selayaknya tanpa diminta untuk segera mendaftakan diri untuk menjadi relawan pengawas jalannya pemilu dan ikut mendorong kesadaran masyarakat agar menjauhi praktik praktik politik uang atau money politics yang masih marak terjadi, terutama di daerah daerah pedesaan dimana masyarakat masih sangat mudah untuk dipengaruhi dengan iming iming uang oleh para calon anggota legislatif.

Dengan bermunculannya para blogger blogger newbie tiap harinya di blogosphere, maka tentu ini menjadi sebuah angin segar bagi terwujudnya jurnalisme warga yang semakin berkembang dan semakin maju di tiap harinya.

Ketika masing masing pihak, terutama antara blogger sebagai Citizen Journalism, orang kaya yang benar benar kaya sehingga memanfaatkan kekayaannya demi kemaslahatan bersama, serta orang miskin yang tetap bertakwa, beriman dan tegar dalam menjalani hidup serta senantiasa berusaha untuk memperbaiki taraf kehidupannya, dimana diantara ketiga aspek ini terjalin sinergi yang baik, maka usaha pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan lebih cepat terlaksana dan harapan Negara Indonesia yang move on menyongsong kemajuan zaman akan dapat terwujud. Tentu harapan kita bersama yang harus kita upayakan untuk kita wujudkan, dimulai dari diri sendiri.

Ibarat sebuah daerah, para blogger sebagai ujung tombak jurnalisme warga berperan untuk membuka jalur informasi, daerah mana saja yang harus dibangun jalan. Kemudian si kaya datang dan membangun jalan rintisan tersebut agar dapat dilalui orang yang lewat dengan lebih mudah dan lancar. Dan si miskin yang berjalan melalui jalan tersebut menuju kesejahteraan yang lebih baik. Tentu dengan tidak mengesampingkan pemerintah sebagai pihak yang paling berperan aktif terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Semoga Indonesia yang sejahtera segera terwujud