Tag


Earth Hour yang menjadi rutinitas tahunan dengan tanggal 29 Maret sebagai hari pelaksanaannya semakin tahun semakin banyak kota dan semakin banyak Negara yang menyelenggarakan/melaksanakannya. Tentu saja hal ini menjadi kabar baik bagi upaya penyelematan bumi dari dampak global warming akibat tingginya penggunaan energi dengan kurang mengindahkan sisi efektivitas pemakaian energi.

Event Earth Hour ini meskipun baru bisa dilaksanakan satu kali dalam setahun, namun tujuan utamanya yakni sebagai upaya untuk memberikan sebuah kesadaran bagi masyarakat luas akan arti pentingnya penghematan energi dalam kehidupan sehari – hari.

Tentunya setelah terwujud kesadaran akan arti penting upaya penghematan energi dalam diri masyarakat, maka event earth hour ini dapat lebih intens untuk dilakukan, tidak hanya satu kali dalam setahun, namun setiap hari dilaksanakan oleh masing – masing individu sebagai bagian terkecil dari masyarakat dunia yang memanfaatkan energi.

Konsep earth hour ini yakni mematikan lampu selama satu jam. Ketika konsep ini dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan, maka akan ada banyak energi yang dapat dihemat.

Pernahkah merasakan listrik padam selama satu jam? Bagi warga desa mungkin tidak begitu terasa, terutama bila padamnya pada siang hari. Namun bagi para pelaku usaha yang menggantungkan usaha pada ketersediaan energi listrik, mati lampu selama satu jam saja maka ada begitu banyak kerugian yang akan ditanggung oleh pelaku usaha.

Itu baru padam selama satu jam, coba bayangkan bila listrik padam selama satu hari, bahkan bila berhari – hari padam, maka bisa dibayangkan kita seakan – akan kembali ke zaman dulu, dimana pencahayaan masih menggunakan “lampu teplak” dengan menggunakan minyak tanah, ataupun menggunakan lilin.

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai upaya penghematan energi listrik, misalkan saja menonton TV, menggunakan HP, Netbook, Setrika, dan berbagai alat elektronik lainnya. Usahakan untuk semakin meminimalisir penggunaannya, dan lebih bijaksana dalam penggunaannya.

Menonton TV jangan lebih dari 2 jam setiap harinya, menyetrika pakaian langsung dalam jumlah besar, menggunakan penampung air untuk menghemat pemakaian pompa air, mematikan lampu di ruangan yang tidak terpakai, ataupun ketika tidur. Dan banyak hal lainnya yang dapat kita lakukan untuk menghemat energi.

Secara garis besar, sudah saatnya bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kesadaran akan arti penting penghematan energi yang harus dimulai dari diri kita masing – masing demi melestarikan lingkungan, agar anak cucu kita kelak dapat menikmati lingkungan yang sehat dan kondusif bagi kesejahteraannya.