Tag


Dunia teknologi saat ini memang sudah sangat berkembang pesat. Ada sisi positif dan juga ada sisi negatifnya tergantung kepada siapa yang menggunakannya (user). Anak – anak yang belum memahami dampak negatif dari perkembangan teknologi ini cenderung menjadi korban. Ada dampak buruk yang ditimbulkan dengan kemajuan teknologi tersebut.

Biasanya anak – anak ini yang termasuk generasi z yakni generasi yang lahir antara tahun 1994 sampai tahun 2009 karena sejak lahir sudah akrab dengan teknologi. Artinya teknologi sudah menjadi bagian dari hidup mereka sejak mereka lahir ke dunia. Jadi, jangan heran jika anak – anak dari generasi z sangat mahir menggunakan teknologi apa pun.

Memang tidak mudah mengasuh anak dari generasi z ini, yang banyak mengandalkan teknologi dalam berkomunikasi, bermain dan bersosialisasi. Maka tantangan yang dihadapi untuk mengurusi generasi z, adalah bagaimana agar mereka tidak terjangkit pornografi yang merajalela.

Temuan baru – baru ini sepanjang tahun 2008 hingga awal 2010 terhadap siswa kelas 4 hingga 6 SD, menemukan bahwa 67% dari mereka telah melihat atau mengakses pornografi dan 37% di antaranya mengakses di rumah sendiri.

Menurut Elly Risman Psi, psikolog dari yayasan kita dan buah hati mengungkapkan, ternyata para orang tua tidak mengetahui atau menyadari apa yang telah disaksikan anak – anak melalui berbagai fasilitas yang mereka berikan untuk anak mereka, seperti internet, handphone, games, tv dan lain sebagainya, ungkapnya.

Bagaimana ahli bedah otak dari Amerika menanggapi tentang pornografi dapat merusak otak anak?

Dr Donald hilton Jr selaku ahli bedah otak dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pornografi sesungguhnya merupakan penyakit, karena mengubah struktur dan fungsi otak. Atau dengan kata lain merusak jaringan otak.

Donald menambahkan bagian yang paling rusak adalah prefrontal cortex (PFC) yakni jaringan dimana anak tidak bisa membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta mengambil keputusan yang benar. Selain itu otak juga tidak bisa berperan eksekutif sebagai pengendali implus – implus. Bagian inilah yang membedakan antara manusia dan binatang.

Ciri – ciri anak yang kecanduan pornografi :

  • Menghabiskan waktu lebih banyak dengan perangkat teknologi, seperti internet, game dan lain sebagainya.
  • Anak jadi gampang marah.
  • Self esteem-nya rendah.
  • Jika berbicara tidak menatap mata kita.
  • Suka melawan
  • Suka berkhayal
  • Prestasi akademik merosot tiba – tiba.
  • Menjadi pendiam.

Selain itu, anak juga biasanya mengamuk kalau ditegur untuk berhenti melakukan aktivitas tertentu tadi. Biasanya anak tersebut ingin keluar dari jerat adiksi tadi, tapi tidak mampu karena tidak ada yang tahu untuk membantunya.

Segera perhatikan anak – anak anda apakah terkena gejala seperti itu. Semoga kemajuan teknologi yang begitu pesat tersebut, bisa disaring agar selalu waspada dengan hal – hal yang berbau negatif.