Tag


Ada seseorang katakanlah namanya A yang diberitahu oleh malaikat bahwa ia akan meninggal dunia sebentar lagi. Dan ia diperkenankan untuk membawa salah satu istri dari 4 orang istri yang dimilikinya sebagai temannya di dalam kubur.

Kemudian ia meminta istri nomor 4 untuk menemaninya. Istri nomor 4 ini adalah istri yang paling muda dan menarik baginya. Istri yang sangat diperhatikan, disayangi, keinginannya selalu dicukupi, dan istri yang paling dicintai diantara keempat istrinya. Namun alangkah kagetnya ketika istri nomor 4 ini dengan tega menolak permintaannya untuk menemaninya di alam kubur.

Dengan rasa sakit hati kepada istri nomor 4, akhirnya ia kemudian meminta kepada istri nomor 3 untuk menemaninya. Istri nomor 3 kemudian hanya berkenan untuk menemaninya hingga ia menuju ke tempat pemakaman. Si A berkata dalam hati, “masih mendingan dari pada istri nomor 4” yang dengan tega menolak permintaannya.

Karena belum ada yang bersedia untuk menemaninya di dalam kubur, ia pun kemudian bergegas menuju ke istri nomor 2 sambil berharap bahwa istri nomor 2 ini bersedia untuk menemaninya di alam kubur. Dan seperti harapannya, istri nomor 2 bersedia untuk menemaninya hingga di alam kubur. Namun ketika istri nomor 2 ini ditanyakan apakah bersedia untuk menemaninya sampai bertemu dengan Alloh swt kelak, istri nomor 2 ternyata hanya bersedia menemaninya barang sebentar saja, tidak lama.

Dengan penuh malu dan perasaan bersalah, akhirnya ia pergi menuju istrinya yang pertama. Istri yang selama ini tidak diperhatikannya. Banyak kebutuhannya yang tidak ia cukupi. Tidak pernah ia perhatikan kondisinya. Jarang ia temui dan diberikan kasih sayang. Ia temui keadaan istri pertama ini dalam kondisi lemah, kurus, dan kurang terawat keadaannya. Dengan tidak terlalu berharap, ia pun meminta apakah istri pertama ini bersedia untuk menemaninya di alam kubur. Dan di luar dugaan, tanpa ada rasa sakit hati ataupun dendam akibat perlakuan yang semena – mena dari sang suami, si istri pertama ini bersedia untuk setia menemaninya di alam kubur, bahkan istri pertama ini akan selalu menemaninya hingga ia bertemu dengan Alloh swt di yaumul hisab (hari perhitungan).

Begitulah kebanyakan yang terjadi dalam kehidupan kita. Kita begitu sayang pada istri muda yang lebih cantik, lebih menarik dan kurang memperhatikan istri pertama yang begitu setia, menemani baik suka dan duka ketika kita masih menjalani hidup yang serba kekurangan.

Lalu siapakah sebenarnya istri – istri dari yang termuda hingga istri pertama ini? Istri nomor 4 dan yang paling menarik bagi kita adalah dunia beserta isinya. Banyak dari perhatian, waktu dan usaha yang kita korbankan untuk mencukupi kebutuhan kita akan dunia beserta bermacam jenis isinya. Ketika waktu kita berada di dunia semakin menipis dan hampir meninggal, baru kita sadari ternyata istri nomor 4 ini (dunia) tidak akan bisa dibawa mati dan hanya kita tinggalkan begitu saja tanpa ada manfaatnya. Kita hanya akan merasa sakit hati (penyesalan) yang begitu mendalam.

Istri nomor 3 yang hanya bersedia untuk mengantar kita hingga ke liang lahat adalah saudara anda, suami/istri anda, anak – anak anda, teman anda, rekan anda serta orang – orang yang mengenal anda dengan baik. Mereka sayang kepada anda, namun mereka hanya bisa mengantar kepergian anda sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada anda yang sudah meninggal.

Istri nomor 2 yang bersedia menemani anda hingga di dalam kubur meski hanya sementara adalah tubuh/jasad anda. Tubuh ini akan menemani anda namun hanya sebentar, karena jasad ini akan hancur dimakan belatung dan hanya menyisakan tulang belulang pada akhirnya.

Sementara istri nomor 1/istri pertama yang akan setia menemani anda di dalam kubur bahkan hingga bertemu dengan Alloh swt adalah amal ibadah kita. Istri yang jarang sekali diperhatikan hingga kondisinya memprihatinkan, ternyata ia lah yang bersedia untuk menemani kita di dalam kubur. Akan ada penyesalan yang begitu mendalam ketika mengetahui kenyataan bahwa kita tidak memperhatikannya (istri nomor 1) semenjak dulu dan membiarkannya hidup dalam kekurangan perhatian dan kasih sayang.

Dan pada akhirnya, dengan cerita di atas, kita mengetahui bahwa ternyata istri yang nomor satulah yang akan setia untuk menemani kita baik ketika kita masih hidup bahkan hingga kita meninggal dan menunggu datangnya yaumul hisab di alam kubur.

Marilah kita bersama – sama memperhatikan kondisi dari istri nomor 1 agar senantiasa menarik, semua kebutuhannya tercukupi, senantiasa terlihat cantik. Tentunya akan lebih menyenangkan ketika menunggu yaumul hisab dengan ditemani istri yang tetap terlihat cantik dan menarik karena kita senantiasa memperhatikan semua kebutuhannya, bila dibandingkan dengan ditemani istri nomor 1 yang terlihat tua, membosankan bahkan menakutkan akibat dari kelalaian kita dalam memperhatikan semua kebutuhannya ketika kita masih hidup di dunia?

Amal ibadah-lah yang akan menjadi teman kita di alam kubur. Marilah senantiasa untuk mengusahakan diri dalam berlomba – lomba melakukan amal ibadah mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar sesuai dengan batas kemampuan kita (maksimal). Semoga Alloh swt senantiasa memberikan kepada kita cahaya hidayahNya agar kita merasa ringan dalam mengerjakan amal ibadah, amiin..