Tag


Tweet
Alhamdulillah saya dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Romadhon 1433 H ini lancar, tidak mengalami kendala berarti, hanya saja saya merasa kualitasnya menurun bila dibandingkan dengan bulan puasa tahun kemarin. Bagaimana dengan ibadah puasa anda? Semoga lancar juga ya.. Dalam puasa 1433 H ini terkadang saya masih suka membicarakan keburukan orang lain (ghibah) yang padahal saya tau dapat mengurangi pahala ibadah puasa saya.

Namun saya berharap semoga kekurangan – kekurangan tadi ditutup olehNya dan diberi balasan pahala yang besar dariNya. Semoga saya dan kita semua umat Islam masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan bulan romadhon yang mulia tahun depan, dan diberi hidayah agar kualitas ibadah kita semakin meningkat, amiin..

Setelah berpuasa selama satu bulan, pada tanggal 1 syawal 1433 H adalah hari raya idul fitri. Hari dimana kita kembali fitrah (suci) seperti halnya bayi yang baru dilahirkan ke dunia. Dosa – dosa kita yang berkaitan dengan Alloh swt insyaAlloh telah diampuni olehNya. Namun untuk dosa – dosa kita yang berkaitan dengan sesama umat manusia haruslah dimintakan maafnya secara langsung kepada orang yang bersangkutan. Sehingga terjadilah acara halal bihalal dengan sesama kerabat, sanak saudara, tetangga, rekan kerja, teman sekolah, teman kuliah, dan orang – orang yang berada di dalam lingkar kehidupan kita yang mana kita berhubungan dengan mereka dan pastilah terkadang timbul kesalah pahaman serta kesalahan – kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Hari yang suci, saling meminta maaf dan saling memaafkan dengan setulus hati.

Ketika masing – masing dari kita sudah saling bermaaf – maafan, sudah menjadi keharusan bagi kita semua untuk menjaga kualitas hari ini, dimana keadaan kita suci, bebas dari kesalahan – kesalahan. Namun seiring perjalanan waktu, ada masa – masa dimana kita kehilangan akal sehat sehingga melakukan perkataan/tindakan “bodoh” yang dapat menyakiti hati/perasaan orang lain. Jadi yang dimaksudkan disini adalah kesalahan yang tidak disengaja.

Dengan ketulusan hati baik ketika meminta maaf maupun memaafkan, marilah kita menjaga momentum ini untuk selalu mawas diri agar tidak melakukan kesalahan yang disengaja. Ibaratkan saldo di rekening bank, hari ini adalah hari dimana saldo kita kembali ke netral (o) bagi yang kemarin – kemarin saldonya defisit/negatif (berhutang) sehingga debt collector tidak mampir ke rumah kita ya untuk menagih hutang – hutang kita.. J

Dan hari ini (Idul Fitri) merupakan sebuah simpanan saldo dalam jumlah besar bagi mereka yang kemarin – kemarin mempunyai tabungan yang mempunyai saldo positif.

Memanfaatkan momentum hari raya idul fitri ini, marilah kita mengisi saldo rekening tabungan kita dengan deposit yang meskipun sedikit namun harus sering dilakukan. Dan marilah kita mengurangi kebiasaan kita untuk menarik saldo tabungan kita yang meskipun menariknya sedikit namun bila sering dilakukan maka akan menjadikan saldo tabungan kita semakin berkurang dan pada akhirnya saldonya negatif.

Lalu, ketika sudah saling maaf – memaafkan, mengapa kemudian saling bersalah – salahan lagi? Janganlah seperti itu ya.. J

Kami selaku pengurus blog kebumencybercity mengucapkan “Selamat hari raya Idul Fitri 1433 H. Mohon maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja..”