Tag

, , ,


Ketika bersekolah di sekolah tingkat dasar (SD), kebanyakan hanyalah anak tetangga yang menjadi teman kita, karena memang sekolah dasar hanya melingkupi untuk satu desa tertentu. Setelah enam tahun menjalani hari – hari di sekolah dasar bila tidak pernah tinggal kelas, selanjutnya adalah meneruskan pendidikan di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs). Disini, tingkat pergaulan seseorang akan semakin bertambah karena akan ada banyak teman baru dari berbagai desa yang masih berada dalam satu kecamatan. Dan relative jumlah teman dalam satu kelas juga akan lebih banyak.

Jarak antara rumah ke Sekolah Dasar dapat ditempuh cukup dengan berjalan kaki, terkadang ada yang menggunakan sepeda. Namun untuk menempuh perjalanan menuju ke SLTP yang biasanya berada di kecamatan, maka akan terasa cukup jauh bila harus ditempuh dengan berjalan kaki. Pengalaman saya, jarak relative dari rumah ke sekolahan sekitar 3 – 4 km.

Dulu ketika saya bersekolah di tingkat SLTP, pihak sekolah tidak memperkenankan bagi siswanya untuk menggunakan kendaraan bermotor ketika berangkat ke sekolah. Waktu itu saya tidak mikir apa – apa. Lagian waktu itu kendaraan bermotor masih merupakan barang langka, hanya segelintir orang yang mempunyainya. Bisa diibaratkan, sepeda motor saat itu adalah sebuah mobil untuk saat ini.
Saat ini sepeda motor sudah menggantikan posisi sepeda “ontel” di dalam masyarakat dalam artian hampir tiap keluarga mempunyai minimal sebuah sepeda motor dengan berbagai merek tentunya. Karena sudah begitu banyaknya, terkadang saya melihat ada siswa (laki-laki) SLTP yang berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor. Tentunya sepeda motor tadi dititipkan di rumah penduduk, karena pada dasarnya aturan dari sekolah yang tidak memperkenankan bagi siswanya untuk menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah masih berlaku.

Kemudian saya mikir – mikir yang dulunya tidak mikir apa – apa ketika masih jadi siswa SLTP, koq siswa SLTP tidak diperkenankan untuk mengendarai sepeda motor untuk berangkat ke sekolah ya? Kemudian saya menemukan beberapa jawaban, antara lain :
Dari segi keselamatan adalah bahwa siswa SLTP dan juga SLTA masih berada dalam kondisi emosional yang labil, sehingga ketika mengendarai kendaraan bermotor terkadang masih ugal – ugalan tergantung dari kondisi emosional yang sedang dialaminya. selain berbahaya bagi keselamatan diri sendiri, juga akan berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan yang lain. Hal ini terbukti dengan jumlah angka kecelakaan yang cukup tinggi terkait dengan pengendara kalangan pelajar.

Dari segi pertumbuhan kondisi fisik dimana ketika usia SLTP adalah masa pertumbuhan yang pesat bagi seseorang, maka akan menjadi upaya yang baik untuk memaksimalkan pertumbuhan fisik dengan melatihnya secara teratur dan bersepeda merupakan cara yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan fisik bila dibandingkan dengan bersepeda motor.

Dengan bersepeda juga menandakan kesungguhan seorang pelajar dalam menuntut ilmu. Dengan jarak perjalanan sekitar 4 – 5 km, maka akan dibutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit sebelum sampai di sekolah. Bila diasumsikan bahwa jam masuk sekolah adalah pada pukul 07.00 pagi sedangkan para siswa diharuskan masuk kelas (siap) 5 menit sebelum bel berbunyi, dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit, sarapan sekitar 10 menit, kemudian mandi sekitar 15 menit, mempersiapkan buku pelajaran sekitar 10 menit, sholat subuh 5 menit, wudhu 3 menit, maka akan diperlukan waktu untuk mempersiapkan semuanya sebelum jam pelajaran dimulai adalah sekitar 1 jam. Sehingga minimal siswa harus bangun sebelum pukul 06.00 pagi. Saya dulu biasa bangun pukul 05.30. jadi, dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa ada sebuah bentuk kesungguhan dari dalam diri siswa untuk belajar di bangku sekolah bagi mereka yang berangkat menggunakan sepeda dari rumah.

Ada juga aspek pembiasaan kebiasaan baik, seperti halnya bangun pagi agar tidak terlambat masuk sekolah, berlatih kesabaran ketika bersepeda, bersungguh – sungguh dalam menuntut ilmu, serta banyak aspek baik lainnya.

Dari sini dapat kita ambil kesimpulan :

  • Bagi pelajar, sebaiknya adik – adik pelajar SLTP semua menggunakan sepeda ketika akan berangkat ke sekolah, melihat beberapa daftar manfaat di atas. Meskipun akan terasa sedikit letih karena bersepeda, namun hal ini akan menguatkan kondisi fisik dan juga melatih kebiasaan baik lainnya.
  • Bagi para orang tua/wali murid, sebaiknya tidak terlalu memanjakan anaknya dengan membolehkan mereka membawa sepeda motor ketika berangkat ke sekolah, selain karena aspek keselamatan, terkadang juga bahwa pelajar yang membawa sepeda motor pada akhirnya tidak sampai ke sekolahan sesuai tujuan dari rumah. Banyak dari mereka yang nyasar ke tempat game seperti PS, pasar, ataupun tempat – tempat lainnya di luar sekolah.

Tetap perhatikan dengan baik para generasi penerus bangsa ini agar bertumbuh dan berkembang dengan maksimal dan dalam tuntunan kebiasaan yang baik.