Oleh: Jamil | 6 Januari 2012

Berpakaian Islami

Pakaian ataupun sandang merupakan satu kebutuhan pokok (kebutuhan primer) manusia disamping pangan / makanan dan papan / tempat tinggal. Berpakaian dengan baik (sesuai dengan nilai-nilai agama) akan mencerminkan lambang status seseorang dalam suatu masyarakat dan juga menjadi satu tanda/indicator akhlak yang baik yang dimiliki oleh orang tersebut.

Satu hal penting yang harus dicatat adalah bahwa berpakaian merupakan usaha manusia beradab dalam usaha untuk menutupi auratnya disebabkan oleh rasa malu yang dimilikinya. Semakin baik peradaban yang dimiliki, semakin baik pula usaha dalam berpakaiannya. Peradaban disini adalah peradaban yang dilandasi oleh nilai – nilai Agama Islam.

Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa suatu bangsa yang beradab/berbudaya seringkali menanggalkan pakaiannya dan hanya memakai pakaian untuk menutupi bagian tubuh yang dianggap vital dan tanpa rasa malu berkeliaran di tempat umum.

Mungkin dalam anggapan mereka, semakin minim pakaian, semakin seksi dalam berpakaian, dianggap menjadi semakin menarik. Dapat dikatakan bahwa mereka sama saja dengan penduduk asli di papua yang belum mengetahui tentang peradaban yang baik, atau mungkin dapat dikatakan “kaum jahiliyah modern”. Kembali lagi, hal ini dikarenakan peradaban mereka bukan peradaban yang dilandasi oleh Agama Islam.

Di dalam Islam, ada batasan – batasan tertentu dalam berpakaian baik untuk laki – laki maupun perempuan. Batasan – batasan ini seringkali malahan dianggap sebagai suatu bentuk kekangan bagi mereka yang tidak bisa memahami betapa luhurnya agama islam.

Batasan – batasan ini adalah suatu bentuk penjagaan agar manusia dapat menjaga dirinya sebagai makhluk yang berakal serta berbudaya tinggi. Batasan – batasan ini bersifat universal, sehingga dapat diterapkan dimanapun muslim/muslimah bertempat tinggal.

Batasan – batasan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Berpakaian harus menutup aurat.
  2. Tekstil yang dijadikan bahan busana tidak tipis/transparan (tembus pandang) karena kain yang demikian akan memperlihatkan bayangan kulit secara remang – remang.
  3. Modelnya tidak ketat.
  4. Bagi wanita tidak berpakaian menyerupai laki – laki dan juga sebaliknya.
  5. Bahan, juga modelnya tidak terlalu mewah karena ditakutkan akan menimbulkan rasa sombong.

Sebagai mana telah disebutkan dalam gejala globalisasi, dimana arusnya begitu kuat menyeret seorang muslim/muslimah, berikut adalah hakekat dasar berpakaian yang sesuai dengan tuntunan islam :

  1. Sebagai penutup aurat. Aurat seorang muslimah adalah seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah.
  2. Memelihara pemakainya dari sengatan panas dan dingin serta segala sesuatu yang dapat mengganggu jasmani.
  3. Menampilkan identitas, sehingga pemakainya dapat terpelihara dari gangguan dan usilan.
  4. Sebagai perhiasan untuk memperindah penampilan dan tampak sebagai seseorang yang berbudaya luhur.

Jadi bisa dikatakan seni berpakaian yang baik antara lain :

  1. Berpakaian yang dapat menutup aurat.
  2. Berpakaian yang tidak terlarang dalam agama.
  3. Berpakaian yang disukai oleh adat – istiadat setempat dan tidak melanggar hokum agama.
  4. Memakai perhiasan yang membuat cantik yang dibenarkan oleh agama.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.